Tanda-tanda BIOS Rusak

BIOS adalah seperangkat instruksi yang digunakan untuk menginisialisasi perangkat keras PC Anda setiap kali Anda menyalakannya. Ini memeriksa status setiap komponen dan, jika semuanya baik-baik saja, memuat sistem operasi dan memberikannya kontrol atas perangkat keras. Terkadang, BIOS dapat rusak dan mencegah PC Anda melakukan booting atau berfungsi dengan baik. Ada beberapa gejala masalah BIOS.

Penyebab

BIOS itu sendiri hanyalah sebuah program sederhana yang dimuat pada chip memori pada motherboard dan, seperti setiap program, dapat dimodifikasi. Setiap modifikasi yang tidak tepat pada BIOS sistem dapat merusaknya. BIOS yang rusak biasanya merupakan hasil dari pembaruan BIOS yang gagal atau, jarang, virus komputer yang kuat.

Gejala

Salah satu tanda paling jelas dari BIOS yang rusak adalah tidak adanya layar POST. Layar POST adalah layar status yang ditampilkan setelah Anda menghidupkan PC yang menampilkan informasi dasar tentang perangkat keras, seperti jenis dan kecepatan prosesor, jumlah memori yang terpasang, dan data hard drive. Kesalahan acak dan malfungsi perangkat keras juga dapat menunjukkan bahwa file BIOS rusak.

Pencegahan

Hindari korupsi BIOS dengan menggunakan beberapa tindakan pencegahan sederhana. Karena penyebab paling umum dari kerusakan adalah pembaruan BIOS yang salah atau tidak lengkap, pastikan Anda memiliki file pembaruan BIOS yang benar sebelum mencoba memperbarui BIOS. Selain itu, gunakan perangkat UPS (uninterruptible power supply) untuk mencegah terputusnya proses update BIOS karena listrik padam.

Pertimbangan

Satu-satunya tujuan BIOS adalah untuk menginisialisasi perangkat keras, tidak seperti driver perangkat keras yang mempengaruhi kinerja keseluruhan perangkat, sehingga BIOS tidak perlu memperbarui sesering driver. Pembaruan BIOS ditujukan untuk meningkatkan kompatibilitas komponen, jadi tidak ada alasan untuk memperbarui BIOS Anda jika komputer Anda berjalan dengan baik.