Mengaktifkan perlindungan terhadap eksploitasi

Untuk meningkatkan keamanan sistem operasi Windows, Microsoft memiliki sejumlah fitur yang dirancang khusus untuk melindungi sistem dari serangan eksploitasi. Salah satu fitur penting ini adalah perlindungan eksploitasi, yang dapat diaktifkan untuk mengurangi risiko terhadap perangkat Windows Anda.

Perlindungan eksploitasi memungkinkan Anda untuk mengonfigurasi berbagai kebijakan keamanan yang akan diterapkan pada aplikasi dan sistem yang berjalan di komputer Anda. Dengan mengaktifkan perlindungan eksploitasi, Anda dapat membatasi akses ke berbagai sumber daya dan mengendalikan jenis aktivitas yang diizinkan oleh aplikasi yang berjalan di sistem Anda.

Untuk mengaktifkan perlindungan eksploitasi, Anda perlu mempelajari lebih lanjut tentang kebijakan, konfigurasi, dan opsi yang tersedia. Microsoft menyediakan sumber daya yang kaya untuk membantu Anda memahami dan mengatur perlindungan eksploitasi sesuai dengan kebutuhan Anda. Ke cac2 kemampuan perlindungan keseti2 dan1hubWindows.

Perlindungan eksploitasi: apa itu?

Aktifkan perlindungan eksploitasi

Perlindungan eksploitasi adalah fitur yang bisa diaktifkan pada suatu aplikasi Microsoft Office yang bertujuan untuk melindungi pengguna dari serangan exploit yang berpotensi merusak sistem. Ketika perlindungan eksploitasi diaktifkan, aplikasi Office akan melakukan validasi terhadap file-file yang diproses dan memblokir akses ke file-file yang dianggap berpotensi berbahaya.

Saat sebuah aplikasi Office menerima file baru, perlindungan eksploitasi akan menghindari ancaman dengan menyandikan kode yang berisiko tinggi yang ditemui di file tersebut. Kemudian, aplikasi akan memverifikasi keaslian file dan memfilter file-file yang terindikasi berbahaya sebelum menjalankan mereka. Jika ada serangan mencurigakan, aplikasi akan memberikan peringatan kepada pengguna untuk memilih tindakan selanjutnya.

Pengguna juga dapat mengonfigurasi perlindungan eksploitasi melalui Opsi Kepercayaan Office. Di sana, mereka dapat mengaktifkan atau menonaktifkan perlindungan eksploitasi, mengatur tingkat keamanan untuk file-file yang mencurigakan, mengelola daftar file tepercaya dan daftar file yang ditingkatkan kecepatannya, dan mengatur opsi lainnya seperti mengizinkan hanya menjalankan file dari folder yang terpercaya.

Beberapa fitur perlindungan eksploitasi yang bisa diaktifkan termasuk:

  • Menghapus atau memblokir file-file yang dianggap berbahaya
  • Memvalidasi dan mengontrol modul-modul yang digunakan oleh aplikasi
  • Mengontrol akses ke sumber daya sistem yang sensitif
  • Melaporkan potensi serangan ke log file
  • Mengaktifkan fitur-fitur keamanan tambahan seperti filtering font yang dipercaya

Perlindungan eksploitasi memainkan peran penting dalam menjaga keamanan aplikasi Office dan menghindari serangan-serangan yang berpotensi merusak data atau mengambil alih sistem pengguna.

Cara mengaktifkan perlindungan eksploitasi

Perlindungan eksploitasi adalah fitur keamanan yang dapat membantu melindungi sistem dan aplikasi Anda dari eksploitasi yang mencoba memanfaatkan kerentanan yang ada. Di bawah ini adalah langkah-langkah untuk mengaktifkan perlindungan eksploitasi:

  1. Langkah pertama adalah mengecek apakah sistem Anda sudah memiliki fitur perlindungan eksploitasi yang diaktifkan atau tidak. Anda dapat melakukannya dengan melihat apakah ikon "Windows Defender" terdaftar di sistem Anda. Jika tidak, maka Anda perlu menginstal atau mengaktifkan fitur Windows Defender terlebih dahulu. Untuk informasi lebih lanjut, lihat dokumentasi resmi di situs web Microsoft.
  2. Jika Windows Defender sudah diinstal dan diaktifkan, langkah selanjutnya adalah mengonfigurasi sistem untuk mengaktifkan perlindungan eksploitasi. Anda dapat melakukannya dengan mengatur kebijakan perlindungan eksploitasi melalui Editor Kebijakan Grup atau melalui Intune jika perangkat Anda terdaftar di dalam sistem Intune.
  3. Jika Anda menggunakan Editor Kebijakan Grup, buka Editor Kebijakan Grup dengan mengetikkan "gpedit.msc" di menu Start atau layar pencarian. Setelah terbuka, arahkan ke bagian "Computer Configuration" -> "Administrative Templates" -> "Windows Components" -> "Windows Defender Antivirus" -> "Exploit Protection". Di sini, Anda dapat mengonfigurasi berbagai pengaturan perlindungan eksploitasi sesuai kebutuhan Anda.
  4. Jika Anda menggunakan Intune, buka dashboard Intune dan arahkan ke bagian "Device Configuration" -> "Profiles". Pilih profil perangkat yang ingin Anda gunakan untuk mengaktifkan perlindungan eksploitasi. Di dalam profil perangkat, buka bagian "Settings" -> "Compliance & security" -> "Windows Defender Antivirus" -> "Exploit protection". Di bagian ini, Anda dapat memilih dan menyesuaikan pengaturan perlindungan eksploitasi yang ingin Anda aktifkan.
  5. Jika Anda mencari contoh pengaturan khusus untuk mengaktifkan perlindungan eksploitasi, Anda dapat melihat lebih lanjut di dokumentasi resmi Microsoft. Di sana Anda akan menemukan contoh XML-file yang dapat diekspor dan diimpor untuk mengkonfigurasi pengaturan perlindungan eksploitasi secara spesifik.

Setelah Anda mengaktifkan perlindungan eksploitasi, sistem Anda akan lebih terlindungi dari serangan dan eksploitasi yang mencoba memanfaatkan kerentanan yang ada. Selain itu, pastikan untuk selalu memperbarui sistem Anda dengan pembaruan keamanan terbaru untuk memastikan keamanan dan keandalan yang optimal.

Windows Defender Exploit Guard

Windows Defender Exploit Guard memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap serangan eksploitasi pada perangkat Windows Anda. Dengan mengaktifkan kebijakan Exploit Protection di Windows Defender Security Center, Anda dapat menentukan konfigurasi untuk melindungi sistem Anda dari serangan berbahaya.

Windows Defender Exploit Guard menyediakan serangkaian kebijakan app-specific mitigations yang dapat Anda atur untuk setiap aplikasi individual. Dengan melakukan customizing ini, Anda dapat mengaktifkan dan menonaktifkan mitigations yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Salah satu kebijakan yang dapat Anda aktifkan adalah "AuditChildProcess". Kebijakan ini mengawasi pembuatan proses anak oleh aplikasi tertentu untuk mencegah penyalahgunaan yang mungkin terjadi. Anda juga dapat mengatur kebijakan "App" untuk mengizinkan atau memblokir aplikasi tertentu.

Selain itu, kebijakan "ProcessMitigation" juga memungkinkan Anda untuk menambahkan perlindungan tambahan pada aplikasi. Anda dapat memilih konfigurasi mitigations untuk setiap aplikasi, termasuk mitigations untuk mengurangi risiko serangan melalui PowerShell dan mitigations tambahan untuk menjaga keamanan perangkat yang terhubung.

Windows Defender Exploit Guard juga memungkinkan Anda untuk mengatur notifikasi dan tindakan yang diambil ketika serangan terdeteksi. Anda dapat memilih untuk memblokir serangan sepenuhnya, memberikan peringatan kepada pengguna, atau membiarkan serangan dilakukan dengan mengambil tindakan mitigasi yang telah ditentukan sebelumnya.

Salah satu fitur yang berguna dari Windows Defender Exploit Guard adalah mitigasi "Control Flow Guard" yang melindungi terhadap serangan arbitrary code execution. Dengan mengaktifkan kebijakan ini, risiko serangan melalui modifikasi stack atau arbitrary code di aplikasi akan dikurangi.

Untuk melindungi sistem Windows Anda dengan lebih baik, Anda dapat mengaktifkan "Network Protection" yang mencegah komunikasi dengan situs web yang berbahaya atau tidak diinginkan. Anda juga dapat mengatur kebijakan "System" untuk melindungi sistem Windows secara keseluruhan dari serangan.

Dalam menjaga keamanan aplikasi Office, Windows Defender Exploit Guard juga memberikan kebijakan mitigasi yang dapat Anda atur. Anda dapat memilih untuk membuka office files dalam mode terbatas sehingga mengurangi risiko serangan melalui konten makro atau file-file yang dipilih.

Untuk mengilustrasikan pengaturan kebijakan Windows Defender Exploit Guard, Anda dapat membuat folder baru di Windows File Explorer dan menamainya dengan "dllname1.dll,dllname2.dll" sebagai nama folder. Ini akan mencegah aplikasi yang mencoba memodifikasi folder tersebut agar tidak berfungsi dengan benar.

Windows Defender Exploit Guard juga memiliki opsi "Override for canary DLLs" yang memungkinkan Anda untuk memodifikasi pengaturan mitigasi secara manual untuk beberapa DLL khusus. Ini berguna jika Anda ingin menyesuaikan pengaturan mitigasi untuk aplikasi tertentu yang memiliki kelemahan yang diketahui.

Windows Defender Exploit Guard dapat membantu mencegah serangan berbahaya pada sistem Anda dengan mengaktifkan perlindungan eksploitasi dan memiliki kontrol yang lebih tinggi terhadap kebijakan dan mitigasi pada aplikasi.

Setting kebijakan Windows Defender Exploit Guard

Windows Defender Exploit Guard adalah fitur keamanan dari Windows yang berfungsi melindungi sistem operasi dari serangan eksploitasi. Salah satu cara untuk mengoptimalkan fitur ini adalah dengan mengatur kebijakan-kebijakan yang ada pada Windows Defender Exploit Guard. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengaturan-pengaturan tersebut dalam menghadapi berbagai serangan.

1. Melindungi akses menuju extension point

1. Melindungi akses menuju extension point

Salah satu konfigurasi yang bisa dilakukan adalah mengontrol akses menuju extension point pada Windows. Extension point adalah titik-titik akses yang dapat digunakan oleh aplikasi untuk berinteraksi dengan sistem operasi. Dalam hal ini, kita dapat menggunakan parameter controlled folder access yang berfungsi untuk membatasi akses aplikasi terhadap file atau folder tertentu.

2. Melakukan audit pada serangan yang terdeteksi

Fitur attack surface reduction adalah konfigurasi yang membantu mencegah terjadinya serangan dengan membatasi akses aplikasi terhadap fitur-fitur kritis pada sistem operasi. Dalam hal ini, kita dapat mengaktifkan atau menonaktifkan konfigurasi yang ada sesuai dengan keinginan untuk mendapatkan tingkat perlindungan yang diinginkan. Misalnya, dengan menggunakan parameter block low integrity images, kita dapat membatasi akses aplikasi terhadap gambar dengan tingkat integritas rendah.

Selain itu, pengaturan konfigurasi handle overridden objects in memory juga bisa dilakukan untuk melindungi sistem operasi dari serangan yang mencoba membuat perubahan pada objek-objek yang sedang digunakan oleh aplikasi.

3. Mengatur kebijakan akses aplikasi

Windows Defender Exploit Guard juga memungkinkan pengguna untuk mengatur kebijakan akses aplikasi. Dalam hal ini, kita dapat menggunakan parameter import all dlls yang akan membatasi akses aplikasi hanya pada pustaka DLL yang telah diimpor terlebih dahulu.

Pengaturan kebijakan akses aplikasi juga dapat dilakukan melalui konfigurasi block executable content from email and webmail client yang berfungsi membatasi akses aplikasi pada konten eksekusi yang masuk melalui email atau webmail.

Kesimpulan

Pengaturan kebijakan Windows Defender Exploit Guard adalah langkah penting dalam menjaga sistem operasi dari serangan eksploitasi. Dengan melakukan konfigurasi yang tepat, kita dapat memaksimalkan perlindungan terhadap ancaman-ancaman yang ada. Penting untuk selalu memperbarui konfigurasi kebijakan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan asset yang ingin dilindungi.

Manfaat pengaturan kebijakan Windows Defender Exploit Guard

Pengaturan kebijakan Windows Defender Exploit Guard adalah serangkaian fitur keamanan yang dapat digunakan untuk melindungi perangkat Anda dari serangan eksploitasi. Dengan mengaktifkan perlindungan eksploitasi ini, Anda dapat meningkatkan keamanan perangkat Anda dan mengurangi risiko dari serangan yang mengincar kerentanan sistem.

1. Melindungi tambahan untuk perangkat Anda

Dengan mengkonfigurasi pengaturan kebijakan Windows Defender Exploit Guard, Anda dapat melindungi tambahan untuk perangkat Anda melalui berbagai fitur yang tersedia. Misalnya, fitur Attack Surface Reduction dapat mengurangi serangan dengan membatasi perilaku aplikasi yang dapat digunakan untuk mengeksploitasi kerentanan sistem.

2. Konfigurasi fleksibel

Pengaturan kebijakan Windows Defender Exploit Guard dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan persyaratan keamanan spesifik Anda. Anda dapat mengedit kebijakan melalui Group Policy Editor (Editor Kebijakan Grup) atau menggunakan PowerShell untuk mengatur persyaratan keamanan yang tepat untuk perangkat Anda.

Dalam pengaturan ini, Anda dapat mengonfigurasi fitur seperti Attack Surface Reduction, Control Flow Guard, dan Exploit Protection. Anda juga dapat mengaktifkan mitigasi sistem individu untuk melindungi assets perangkat Anda dari eksploitasi.

3. Perlindungan penuh dengan sering diperbarui

Microsoft secara teratur memperbarui dan merilis pembaruan keamanan untuk kebijakan Windows Defender Exploit Guard. Dengan mengaktifkan pembaruan otomatis perangkat Anda, Anda dapat memastikan bahwa Anda memiliki perlindungan penuh terhadap serangan eksploitasi terbaru.

Anda juga dapat mengkonfigurasi deteksi mitigasi sistem yang lebih spesifik, seperti penggunaan Deposit Guard untuk melindungi memori dari serangan heap-based atau penggunaan Control Flow Guard untuk melindungi dari serangan yang mengexploitasi pengaturan aliran kontrol dalam aplikasi Anda.

4. Mudah diimplementasikan

Untuk mengaktifkan pengaturan kebijakan Windows Defender Exploit Guard, Anda dapat mengikuti petunjuk yang tertera pada panduan Microsoft. Setelah Anda mengonfigurasi kebijakan ini, perubahan tersebut akan diterapkan ke semua perangkat dalam domain terkait yang terhubung ke jaringan.

Pengaturan kebijakan Windows Defender Exploit Guard dapat diimplementasikan dan didistribusikan secara efisien melalui Group Policy atau melalui skrip untuk mengatur persyaratan keamanan pada mesin yang terhubung.

Dalam memperkuat keamanan perangkat dan sumber daya Anda, pengaturan kebijakan Windows Defender Exploit Guard adalah langkah penting untuk meminimalkan risiko dari serangan eksploitasi yang dapat mengancam keamanan informasi Anda.